Komponen Pendapatan Nasional

Assalamu'alaikum teman teman semua

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan materi tentang "Komponen Pendapatan Nasional". 
Selamat membaca:))

Pendapatan Nasional: GDP, GNP, NNP, NNI, PI, DI

By fauziya elgina | July 26, 2020



Pendapatan Nasional menunjukkan nilai hasil produksi yang dihasilkan seluruh anggota masyarakat sebagai Rumah Tangga Keluarga (RTK) dalam satu periode. Lamanya satu periode bisa dalam sekian bulan atau satu tahun, biasanya dalam satu periode perhitungan yang digunakan adalah satu tahun. Setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat akan mempengaruhi besar kecilnya pendapatan nasional. Apa itu pendapatan nasional dan bagaimana cara menentukan besar nilai pendapatan nasional? Melalui halaman ini saya akan mengulas materi terkait pendapatan nasional.
Pendapatan nasional memiliki beberapa manfaat seperti untuk mengetahui struktur perekonomian, mengetahui perkembangan perekonomian dari tahun ke tahun, mengetahui perekonomian antar daerah, membandingkan kemajuan ekonomi antar negara, dan menjadi sumber informasi bagi pemerintah. Dalam ulasan materi pendapatan nasional, terdapat beberapa konsep pendapatan nasional yang perlu diketahui yaitu GDP, GNP, NNP, NNI, PI, dan DI.
Pendapatan Nasional
Apa itu GDP, GNP, NNP, NNI, PI, DI yang termasuk dalam pendatan nasional? Simak penjelasan masing – masing uraian pada ulasan di bawah.

1.  GDP: GROSS DOMESTIC PRODUCT

Gross Domestic Product (GDP) dalam Bahasa Indonesia sering disebut sebagai Produk Domestik Bruto (PDB). Pengertian dari GDP/PDB adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit – unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama setahun. Jumlah tersebut juga meliputi produk yang dihasilkan oleh perusahaan asing. Catatan yang perlu diketahui adalah wilayah melakukan kegiatan produksi tersebut masih dalam wilayah suatu negara.
Contohnya terdapat sebuah perusahaan asing dari Jepang yang memiliki cabang di Indonesia. Hasil produksi oleh perusahaan tersebut juga harus masuk dalam perhitungan GDP/PDB.
Besar nilai GDP/PDB dapat diperoleh melalui persamaan di bawah.

GDP atau PDB

2. GNP: GROSS NATIONAL PRODUCT

Konspen pendapatan nasional kedua yang akan dibahas adalah  Gross National Product (GNP) atau yang sering juga disebut sebagai Produk Nasional Bruto (PNB). GNP/PNB adalah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara secara nasional selama satu tahun. Nilai produk yang dihitung dalam GNP/PNB juga termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan di luar negeri. Dalam menghitung besar nilai GNP/PNB menekankan aspek kewarganegaraan atau nationality.
Contoh kasusnya adalah seorang pekerja dari Indonesia yang bekerja di Hongkong. Hasil produk berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh pekerja tersebut akan masuk dalam perhitungan GNP/PNB.
Persamaan menghitung GNP/PNB dapat dilakukan melalui tiga persamaan berikut.
GNP atau PNB

3.  NNP: NET NATIONAL PRODUCT

 Ketiga adalah konsep pendapatan nasional untuk Net National Product (NNP). Nama lain dari Net National Product (NNP) adalah Produk Nasional Neto (PNN). Pengertian dari NNP/PNN adalah nilai dari GNP setelah dikurangi penyusutan modal dalam proses produksi. Nilai NNP/PNN digunakan untuk melihat laba yang diperoleh dari suatu proses produksi. Persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung NNP/PNN adalah sebagai berikut.
NNP

4. NNI: Net National Income

Konsep pendapatan nasional berikutnya adalah Net National Income (NNI) yang juga memiliki arti pendapatan nasional neto. Besar nilai NNI diperoleh melalui perhitungan pendapatan nasional berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
Persamaan menghitung NNI dapat diperoleh melalui persamaan di bawah.
Rumus Pendapatan Nasional untuk NNI

5. PI: PERSONAL INCOME (PI)

Selanjutnya adalah pendapatan perseorangan atau Personal Income (PI). PI adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang. Besar nilai PI sebelumnya harus dikurangi dengan laba yang ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan sosial, dan ditambah dengan pembayaran pindahan/transfer (transfer payment).
Persamaan yang dapat digunakan untuk memperoleh besar nilai PI adalah sebagai berikut.
Rumus Menghitung Personal Income

6.  DI: DISPOSABLE INCOME

Disposable Income (DI) atau pendapatan yang siap dibelanjakan adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan untuk membeli barang dan jasa serta tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Besar nilai dari DI perlu untuk dikurangi pajak langsung, yaitu pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada orang lain.
Contoh pajak langsung adalah pajak pendapatan. Untuk mendapatkan besar DI dapat menggunakan rumus persamaan berikut.
Disposable Income

Contoh Soal

1. Diketahui data berikut:

Pengeluaran konsumsi : Rp30.000.000.000,00

Investasi pengusaha : Rp20.000.000.000,00

Ekspor : Rp17.000.000.000,00

Impor : Rp7.000.000.000,00

Pengeluaran Pemerintah : Rp15.000.000.000,00

Maka, besarnya pendapatan nasional jika dihitung dengan pendekatan pengeluaran ialah:

a. Rp100.000.000.000,00
b. Rp85.000.000.000,00
c. Rp80.000.000.000,00
d. Rp75.000.000.000,00
e. Rp70.000.000.000,00

Untuk dapat mencari hitungan pada soal tersebut, maka kamu perlu menggunakan rumus berikut:

Y=C+I+G+(X-M)

Y= Pendapatan Nasional

C= Konsumsi

I= Investasi

G= Pengeluaran Pemerintah

X= Ekspor

M=Impor

Pada soal diketahui:

C= Rp30.000.000.000,00

I= Rp20.000.000.000,00

G= Rp15.000.000.000,00

X= Rp17.000.000.000,00

M= Rp7.000.000.000,00

Jadi:

Y= 30.000.000.000,00+20.000.000.000,00+15.000.000.000,00+(17.000.000.000,00-7.000.000.000,00)

75.000.000.000,00

Berdasarkan hasil hitungan tersebut, maka jawaban untuk soal tersebut adalah pilihan jawaban D.


2. Jika diketahui besarnya penghasilan wni di dalam negeri sebesar Rp 80.000.000, penghasilan wna di dalam negeri sebesar Rp 20.000.000, penghasilan wna di luar negeri sebesar Rp 50.000.000, penghasilan wni di luar negeri sebesar Rp 30.000.000, pajak tidak langsung sebesar Rp 3.000.000, penyusutan sebesar Rp 5.000.000, dana sosial sebesar Rp 2.000.000, laba yang ditahan sebesar Rp 10.000.000, pajak perseroan sebesar Rp 15.000.000, transfer dari pemerintah sebesar Rp 4.000.000, dan pajak langsung sebesar Rp 7.000.000.  Hitunglah besarnya GDP, GNP, NNP, PI, dan DI!

Jawaban : 
a) GDP = Rp 80.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 100.000.000
b) GNP = Rp 100.000.000 - Rp 20.000.000 + Rp 30.000.000 = Rp 110.000.000
c) NNP = Rp 110.000.000 - Rp 5.000.000 = Rp 105.000.000
d) NNI = Rp 105.000.000 - Rp 3.000.000 = Rp 102.000.000
e) PI = Rp 102.000.000 - Rp 2.000.000 - Rp 10.000.000 - Rp 15.000.000 + Rp 4.000.000 = Rp 79.000.000
e) DI = Rp 79.000.000 - Rp 7.000.000 = Rp 72.000.000


3. Data keuangan pada suatu negara X adalah sebagai berikut

GDP = Rp1.500 Miliar

Pendapatan WNA di DN = Rp350 Miliar

Penyusutan Barang = Rp215 Miliar

Pajak Tidak langsung = Rp175 Miliar

Laba Ditahan = Rp80 Miliar

Pajak Perseroan = Rp35 Milair

Jaminan Sosial = Rp50 Miliar

Transfer Payment = Rp65 Miliar

Pajak Langsung = Rp85 Miliar

Ditanya:

Berapa besarnya Disposible Income?

Penyelesaian:

A. Cari GNP

GNP = GDP + produk WNI di Luar Negri - produk WNA di Dalam Negri

GNP = Rp1.500 Miliar - RpRp350 Miliar

GNP = Rp1.150 Miliar

B. Cari NNP

NNP = GNP - Penyusutan

NNP = Rp1.150 Miliar - Rp215 Miliar

NNP = Rp935 Miliar

C. Cari NNI

NNI = NNP - Pajak tak langsung

NNI = Rp935 Miliar - Rp175 Miliar

NNI = Rp760 Miliar

D. Cari PI

PI = (NNI + Transfer Payment) - (Laba Ditahan + Pajak Perseroan + Jamsos)

PI = (Rp760 Miliar + Rp65 Miliar) - (Rp80 Miliar + Rp35 Miliar + Rp50 Miliar)

PI = Rp825 Miliar - Rp165 Miliar

PI = Rp660 Miliar

E. Cari DI

DI = PI - Pajak Langsung

DI = Rp660 Miliar - Rp85 Miliar

DI = Rp575 Miliar

Keterangan:

GDP = Gross Domestic Product

GNP = Gross Nasional Product

NNP = Net National Product

NNI = Net National Income

PI = Personal Income

DI = Disposible Income

Jawab:

Jadi, besar Disposible Incomenya adalah Rp575 Miliar


4. Jika diketahui Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2004 adalah Rp 131.101,6 Miliar. Pendapatan/Produk neto terhadap Luar Negeri Rp 4.955,7 Miliar, Pajak tidak Langsung Rp 8.945,6 Miliar, Penyusutan Rp 6.557,8 Miliar, Iuran Asuransi Rp 2,0 Miliar, Laba ditahan Rp 5,4 Miliar, Transfer Payment Rp 6,2 Miliar dan Pajak Langsung Rp 12,0 Miliar. Hitunglah :

a). GNP

b). NNP

c). NI

d). PI

e). DI

Jawab ;

a). GNP  = GDP + Produk Neto terhadap Luar Negeri

= Rp 131.101,6 Miliar + Rp 4.955,7 Miliar

= Rp 136.057,3 Miliar

b). NNP  =  GNP – Penyusutan

=  Rp 136.057,3 Miliar – Rp 6.557,8 Miliar

= Rp 129.499,5 Miliar

c). NI = NNP – Pajak tidak Langsung

= Rp 129.499,5 Miliar – Rp 8.945,6 Miliar

= Rp 120.553,9 Miliar

d). PI = (NI + Transfer Payment) – (iuran asuransi + iuran jaminan sosial + Laba di tahan + Pajak Perseorangan)

= (Rp 120.553,9 Miliar + Rp 6,2 Miliar) – (Rp 2,0 Miliar + Rp 5,4 Miliar)

= Rp 120.560,1 Miliar – Rp 7,4Miliar

= Rp 120.552,7 Miliar

e). DI = PI – Pajak Langsung

= Rp 120.552,7 Miliar – Rp 12,0 Miliar

= Rp 120.540,7 Miliar


Demikianlah materi terkait konsep pendapatan nasional yang meliputi GDP/PDB, GNP/PDN, NNP/PNN, NNI, PI, dan DI. Semoga dapat menambah pengetahuan teman teman semua:)))

Komentar

Postingan Populer